Jumat, 13 Februari 2015

Haii, see you next time....

Ketemu lagi sama kamu hari ini mungkin bukan hanya sebuah kebetulan, mungkin aja ini adalah takdir. Seperti takdir yang sampai saat ini tidak membiarkan kita bersatu, kau temanku. Seseorang yang spesial dalam hidupku, mungkin kita hanya akan terus seperti ini 'Teman'. Apa kamu ingat saat terakhir kita bertemu? Saat itu kita sedang makan malam berdua, ya itu sekitar 3bulan yang lalu.....

Malam itu, kita saling bertukar cerita, saling tertawa dan merasakan kesedihan bersama. Memang cukup lama sejak terakhir kali kita bertemu, ya mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi kita untuk bertemu disaat yang salah. Bagaimana tidak, sebelumnya kita berdua sudah pernah mengutarakan perasaan masing-masing, berharap untuk bisa bersatu namun selalu saja ada penghalang diantara kita. Dan selalu semenjak saat itu, setiap kali bertemu pasti salah seorang dari kita tlah memiliki pasangan, seakan tuhan takkan membiarkan kita bersatu.

Dan benar saja, kali ini pun begitu..... Kita bertemu disaat kamu tlah bersama dirinya, namun kali ini kamu datang kepadaku dengan masalahmu bersamanya. Dan aku pun mencoba untuk menghiburmu, mencoba untuk mengembalikan senyum mu yang mulai redup karena kesedihan. Aku yang sangat menyayangimu takkan sanggup untuk melihatmu menangis, terluka karena seseorang yang tak pantas bagimu. Aku selalu mencoba meyakinkanmu bahwa semua akan baik-baik saja selama kamu bersamaku, aku yang akan selalu melindungimu, melakukan apapun untukmu. Namun entah mengapa semua yang ku katakan, semua yang ku lakukan untukmu seakan tak bisa merubah pendirianmu, hingga disaat kesedihanmu sirna...... Kamu memilih kembali bersamanya yang tlah membuatmu bersedih, dan kembali meninggalkan ku hingga pertemuan selanjutnya.

Tapi kali ini aku tak bisa berjanji padamu, dipertemuan kita selanjutnya mungkin saja aku takkan bisa lagi menghiburmu, takkan bisa lagi menyayangimu bahkan melakukan apapun untumu. Mungkin saja dipertemuan kita selanjutnya, aku tlah bersama seseorang, menyayangi orang lain, dan melakukan apapun demi orang tersebut. Bukannya aku menyerah padamu, tapi hanya saja aku tak ingin hanya menjadi tempat persinggahan sesaatmu.

Bahagialah kamu bersamanya, dan jika mungkin temuilah aku lagi nanti disaat kamu benar-benar tulus ingin bersamaku.....